Negara kita ini sedang dilanda banyak masalah, mulai dari bencana alam yang dilanjutkan dengan kasus bailout century kemudian mencuatnya kembali kasus terorisme namun yang heboh, kali ini terorisme ini terjadi di serambi makkah. Sebagai puncaknya saat ini adalah pro kontra terhadap kunjungan Obama presiden negeri Paman Sam dan pengungkapan makelar kasus oleh mantan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) polri, Komisaris Jenderal Susno Duadji

Namun kita dapati bahwa bangsa ini sering sekali lupa dengan masalah-masalah besar yang belum terselesaikan ketika datang masalah baru. Sehingga kata inilah yang pantas disematkan pada bangsa ini ‘bangsa amnesia’.

Bailout Century

Setelah melalui pemeriksaan panjang yang dilakukan oleh pansus terhadap  para mantan pimpinan gubernur Bank Indonesia dan juga mentri keuangan, akhirnya anggota DPR melakukan voting dengan hasil opsi c yaitu kasus bailout bank century bermasalah dan dalam hal ini yang bertanggung jawab adalah mentri keuangan yaitu bu Sri Mulyani. Rakyat sedikit  puas dengan hasil kerja pansus. Namun setelah terpilihnya opsi c ini, yang masyarakat saksikan bukannya kemudian penuntasan masalah, tapi justru adegan partai politik yang menganggap bahwa mitra koalisinya mbalelo (berkhianat), yang kemudian berupaya melobi partai lain agar menjadi partai pro pemerintahan. Ini kan lucu, sehingga pertanyaan yang ada pada masyarakat awam yang tak tahu apa-apa adalah “politik ini memperjuangkan rakyat atau partai?. Dan yang lebih nyaris lagi, ternyata masalah kasus bailout century pun seolah dilupakan dan lenyap dari pembicaraan publik setelah timbul kasus baru.

Harapan masyarakat tentu segera diselesaikannya masalah ini sehingga nasib rakyat terpikirkan. Apalagi setelah adanya perdagangan bebas asia tenggara-cina yang mencekik ekonomi rakyat kecil yang belum mampu bersasing diera global ini. pantas saja kalau kemudian pertanyaan yang timbul dalam diri kita adalah sampai kapan bangsa ini akan terus lupa?. Kapan pemerintah  memikirkan nasib rakyat kecil yang tidur di bawah gubuk-gubuk reot, kolong jembatan, bantaran sungai dan ketika rakyat kecil mendaptkan masalah dengan orang besar di bilang duren vs tomat atau yang sejenisnya yang tak berdaya dan takkan pernah menang.

TERORISME VS TIBO

Mencuatnya kembali kasus terorisme di Indonesia ini pun mengagetkan rakyat. Opini-opini yang timbul dalam masyarakat pun beragam ada yang menganggap bahwa ini adalah rekayasa agar publik melupakan kasus century. Republika edisi jum’at, 19 maret juga memuat suarapublika yang ditulis oleh orang aceh asli ia mengungkapkan: “keberadaan jumlah terorisme di aceh yang begitu besar, seakan-akan mengejutkan semua pihak. Lanjutnya: “adanya kemungkinan bahwa semua ini merupakan rekayasa polisi juga terlintas di pikiran sebagian orang. Hal ini berdasarkan analisis bahwa upaya mewujudkan terorisme di aceh sebagai pintu masuk yang digunakan oleh polisi untuk dapat menguasai kembali negeri aceh, dimana selama ini penguasaan kegiatan operasi dan objek-objek vital di aceh cenderung masih berada di bawah kendali militer”.ungkapnya. Sebagai orang asli aceh tentu ia lebih memahami lingkungannya mengungkapkan sedemikian rupa lalu benarkah adanya terorisme yang membahayakan stabilitas keamanan Negara ini. Yang juga menjadi pertanyaan bagi kita selaku masyarakat yang beragama islam adalah kenapa terorisme selalunya di sematkan pada islam? Apakah kita lupa dengan pembantaian lusinan umat islam poso yang dilakukan oleh Tibo cs. Kalau para teroris yang notabenenya adalah orang islam ditembak mati ditempat, namun kenapa tibo cs dan orang-orang yang diduga terlibat dan masih menjadi buronan tidak di buru oleh densus 88 dan ditembak mati ditempat? Mereka juga tidak digelari teroris? Sehingga opini yang muncul dalam masyarakat adalah adanya diskriminasi penuntasan kasus.

Masyarakat mungkin sudah melupakan kasus tibo, namun bagi kalangan akademis tentu ini akan terus teringat di benak meraka. Maka sebagai masyarakat muslim kami pun berharap agar kasus tibo pun diselesaikan. Mereka yang menjadi buron juga harus ditangkap dan di eksekusi entah di tembak langsung ditempat atau ditangkap hidup-hidup agar terungkap semua modus pembantaian.

Kunjungan Obama

Kunjungan obama di Indonesia pun menyulut pro kontra di kalangan masyarakat terutama masyarakat muslim yang merupakan penduduk mayoritas di Negara ini. Bagi yang pro mereka menganggap bahwa obama adalah tamu dan seyogyanya sebagai seorang muslim kita harus memuliakan tamu dengan mengutip hadits nabi yang berbunyi: “barangsiapa beriman kepada allah dan hari akhir maka hendaklah memuliakan tamu” (HR.Bukhori). Kata-kata ini masuk akal dan mungkin bagi orang awam mereka akan menerima pendapat ini dan membenarkannya. namun sebagai seorang muslim apakah kita buta atau di butakan. Allah telah berfirman: Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. dan Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.(QS. Al-Mumtahanah: 9)

Betapa tidak, amerika telah mengekspansi Negara-negara islam. Dusta kalau kemudian ini adalah perang melawan teroris, justru amerika sendirilah yang pantas disebut teroris. Amerika memerangi irak dengan dalih irak memiliki senjata pemusnah massal, tapi sampai sekarang tak ada buktinya. Memeranagi afganistan dengan dalih menciptakan keamanan, tapi ternyata justru masyarakat sipil yang tak tahu apa-apa menjadi korban penjajahan barat. Mengadakan perundingan untuk menciptakan stabilitas di timur tengah namun ia bersekutu dengan Israel yang merupakan biang keladi penjajahan di timur tengah.

Apa kita juga tidak sadar dengan perkataan obama pada rabu (17/3) ketika wawancara khusus dengan saluran televisi fox news: “Israel adalah salah satu sekutu terdekat kami. Kami dan orang-orang Israel memiliki ikatan khusus yang tidak hilang begitu saja”. Ia melanjutkan perkataanya: “keamanan Israel adalah penting dan kita memiliki sejumlah kepentingan bersama”. Israel sebagai Negara penjajah saja, ia sebut sebagai rekan yang memiliki ikatan khusus lalu apa obama sebagai mitranya berbeda dengannya.

Kalau memang ia beritikat untuk memperbaiki hubungan barat dengan negara-negara muslim, kenapa ia justru menambah pasukannya ke afganistan?

Kedatangan obama yang juga membawa tentara keamanan sendiri dari negaranya juga merupakan penghinaan terhadap pasukan keamanan Negara kita. Seolah kita adalah bangsa yang lemah tak berdaya.

Sampai kapankah kita akan menjadi bangsa yang mudah lupa? Sehingga masalah tak pernah tuntas dan yang ada justru semakin banyaknya masalah baru yang muncul. Sampai kapan pula ekonomi kita juga di jajah oleh pihak asing? Kapankah bangsa ini sadar?