Semalam abis pulang dari les privat, gak ada orang sama sekali dirumah. Pergi sebentar beli baterei HP (abisnya HPku yang GSM, batereinya jebolsurprised). Nyampai dirumah masih dalam keadaan sepi, mamah pergi pengajian dan papah belum datang dari kerja. iseng-iseng akupun menyalakan tipi, dan tak kusangka ada tontonan yang seru abizzz *sengaja ‘z’nya triple soalnya emang seru banget* yaitu sebuah tontonan yang berjudul “HARUS BISA!!!”
:astig:
Sebenarnya sech judul itu diambil dari buku karya Dr. Dino Patti Djalal yang judulnya juga “HARUS BISA!!!” yang menceritakan tentang catatan harian Dino (selama menjadi staf khusus Presiden SBY), selain itu juga buku ini menerangkan tentang leadership.

Awalnya aku gak begitu terpengaruh dengan buku itu, yang sangat menghipnotisku adalah tampilnya Pak SBY pada acara itu. Secara bukan rahasia umum lagi bahwa SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) adalah Bapak Presiden Indonesia saat ini dan tanpa kusadari aku telah mengaguminya. Bukan karena auranya atau ketampanannya seperti aku mengidolakan Herjunot Ali, tapi lebih ke gaya bicaranya yang seperti tidak dibuat-buat itu.

Pembukaan pertama Pak SBY menerangkan tentang leadership atau kepemimpinan, disitu Pak SBY bukan menerangkan tetapi memberi kesempatan berpendapat bagi para penonton. Banyak sekali pendapat yang keluar mulai dari Pengusaha muda, Bams ‘SAMSONS’, Olga Lydia, Mahasiswa, Angkatan Laut. Dan semua itu didengarkan dengan seksama oleh Pak SBY sampai tidak ada lagi pendapat yang keluar.

Menurut mereka, yang bisa kuambil dan kupelajari. Leadership adalah seni kepemimpinan, bukan hanya terdiri dari pemikiran, Pemimpin adalah bapak yang bisa mengayomi dan bisa mengajak orang yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan, visi dan misi. Pemimpin juga harus bisa mendengarkan setiap masukan demi kemajuan Negara dan bla….. bla….. bla…..

Aku jadi teringat dulu aku pernah kerja di suatu tempat yang mengajariku menjadi seorang leader. Leader yang baik selalu bisa mengambil keputusan yang tepat bahkan dalam keadaan yang terdesak, selalu bisa mengerti dan memahami orang yang dipimpinnya, bisa mengajak orang yang dipimpinnya kejalan yang benar, dan bisa menjadi contoh yang baik bagi orang yang dipimpinnya. Itulah pelajaran yang kudapatkan dulu di tempat kerjaku, ternyata ada gunanya juga.

Selain itu, Pak SBY juga menceritakan tentang pangalaman-pangalamannya yang mempunyai resiko. Tidak tanggung-tanggung, saat mau mengunjungi Papua *tepatnya saya lupa dikota apa* yang pada saat itu cuaca benar-benar tidak mendukung untuk melakukan penerbangan. Kata Pak SBY, “Saya tidak bisa menunda lagi, saya ingin melihat langsung keadaan disana, apalagi mereka katanya sudah turun kekota *yang dimaksud kota itu kota disana yang dijadikan tempat untuk menyambut Pak SBY* ingin bertemu dengan saya.”

Dan akhirnya Pak SBY beserta rombongan nekat melakukan penerbangan, tapi untungnya tidak terjadi apa-apa baik saat berangkatnya dan pulangnya, padahal jalannya itu katanya berbelok-belok.

Namun, ada cerita lucu juga. Pernah Pak SBY ceritanya sedang berada dimana gitu saya lupa hehehehehe. Pas berangkat kesana yang padahal jaraknya hanya bisa ditempuh dengan waktu 30 menit, tetapi ternyata macetnya gak ketulungan. Saat itu Pak SBY mengusulkan untuk naik helikopter saja, tapi ajudannya yang orang Angkatan Udara mengatakan tidak bisa naik helikopter dalam keadaan seperti ini. Dan kata Pak SBY dicerita tersebut, dia melihat pengawal Presiden yang naik motor. Langsung saja Pak SBY berinisiatif bagaimana kalau beliau naik motor saja, karena waktu mepet dan bisa terlambat kalau harus menunggu kemacetan ini. Awalnya ajudannya tidak setuju dan dipikirnya Pak SBY bercanda, tapi ternyata Pak SBY serius mengatakan itu.

Akhirnya Pak SBY naik motor juga, dan helm yang telah dipakai Pak SBY itupun disimpan dan dijadikan kenang-kenangan oleh si pemilik motor.

Darisini aku berkesimpulan, ternyata jadi seorang pemimpin itu harus pintar mengambil keputusan dan low profile. Tak perlu malu dengan apapun. dan yang jelas, adalah HARUS BISA melakukannya dan HARUS BISA bertanggungjawab terhadap keputusannya. Selain itu, acara ini juga ada Agnes Monica juga. Wuih…. keren dech.tepuktangantepuktangan

Sayang gak sampai habis aku nonton acara ini, karena tanpa diduga-duga mamah sudah datang dari pengajian. Baru nyampai depan pintu, mamah sudah tereak-tereak “Fit, FITRI, fit” *yang dimaksud FITRI adalah sinetron “CINTA FITRI”. Oalah….. gak bisa liat anaknya seneng sebentar niy.:nangis:

sumber: malezzbanget.blogspot.com