Allah SWT berfirman, ”Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan sore hari dengan mengharap keridhaan-Nya dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (Al-Kahfi: 28).

Sabar adalah suatu energi dan kekuatan yang harus selalu melekat pada setiap pribadi Muslim. Dengan kesabaran yang tinggi, seseorang pasti akan selalu tabah dan ulet dalam mengarungi bahtera kehidupan yang sangat fluktuatif, kadangkala mendaki, menurun, terjal, datar, dan kadangkala pula sangat licin. Kadangkala di atas, kadangkala di bawah, kadangkala dalam posisi dan jabatan yang tinggi, dan kadangkala tidak memiliki jabatan sama sekali. Firman Allah dalam QS Ali ‘Imran ayat 140, ”… Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu, Kami pergilirkan di antara manusia (agar mereka mendapat pelajaran), dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman …”

Sabar pada hakikatnya bukanlah mengeluh, menyerah, dan bukan pula pasif tidak melakukan sesuatu kegiatan. Sabar adalah ketangguhan dalam melakukan sesuatu yang positif dan bermanfaat, ketika berhadapan dengan rintangan dan tantangan. Rintangan dan tantangan dijadikannya sebagai suatu peluang dan kesempatan untuk semakin dinamis dalam mempersembahkan yang terbaik dalam kehidupannya. Dengan demikian, sabar merupakan kunci utama kesuksesan.

Allah SWT berfirman dalam QS Ali ‘Imran ayat 200, ”Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.”

Salah satu kesabaran yang harus selalu dipertahankan, sebagaimana tersebut dalam surat Al-Kahfi 28 tersebut di atas adalah kesabaran ketika berukhuwah dan berjamaah antara sesama orang-orang yang beriman.

Ternyata membangun ukhuwah itu banyak sekali tantangannya. Kadangkala berasal dari faktor internal dan kadangkala pula berasal dari faktor eksternal. Tidak jarang kita melihat antarsesama orang Islam saling memfitnah, saling menjegal, dan saling menggunting dalam lipatan. Ukhuwah Islamiyah adalah sesuatu yang sangat mahal dan sangat berat mengaplikasikannya tetapi sangat tinggi dan mulia nilainya di hadapan Allah SWT.

Karena itu, diperlukan kesabaran yang tinggi ketika kita akan merajut ukhuwah dan berjamaah. Perhatikan firman-Nya dalam QS Al-Anfal ayat 46, ”Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” Wallahu a’lam bis-shawab.