salah satu aspek dari pengembangan kepribadian seorang muslimah adalah bagaimana selalu memandang orang lain dengan cantik/positif maka energi yang terpancar dan tersebar adalah energi positif, agar cara pandang kita menjadi karakter baik, maka langkah pertama, jangan cepat berfikir negatif.

Untuk memiliki kepribadian kuat, sehingga menjadi “habit” dalam diri kita, ada beberapa point yang harus dimiliki seorang muslimah, Pertama, ketahui hal-hal apa saja yang menjadi unsur-unsur kepribadian muslimah, kedua, keterampilan apa saja yang harus dimiliki, ketiga, mau melakukan dalam kehidupan sehari-hari, keempat, sebarkan apa yang kita ketahui kepada orang lain, kelima, jadikan hal yang demikian menjadi habit/kebiasaan kita, maka Insya Allah akan terjadi perubahan besar pada kepribadian kita.

Manusia dalam posisinya sebagai “diri sendiri” seorang muslim dituntut untuk mampu bersikap sendiri, dan menghilangkan ketergantungan kepada orang lain, Di bawah ini adalah beberapa hal yang mendukung untuk menciptakan muslimah “mandiri”, diantaranya adalah : Menjadi Manusia Pro aktif. Salah satu ciri manusia pro aktif adalah tidak akan stres dengan kondisi yang menekannya, karena dia bisa survive dan dia memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan.

Ada beberapa orang yang memiliki tipe crispy outside, milky inside, dimana jika orang tersebut berkata, kata-katanya kasar dan selalu menuntut, sehingga tak jarang lawan bicaranya mengalami stres/tekanan berat, padahal boleh jadi sebenarnya orang tersebut memiliki hati yang lembut, bertanggungjawab, dan memiliki perhatian/kepedulian terhadap orang lain, hanya karakter penyampaiannya saja yang kurang baik. Orang yang memiliki sikap pro aktif tidak langsung memandang hal yang demikian sebagai sesuatu yang negatif, namun lebih pada menetralisir keadaan keadaan terlebih dahulu. So sikap Pro Aktif adalah sikap spontan positif yang muncul atau dimunculkan saat kita menghadapi suasana yang sulit, mengenakan atau bahkan menjengkelkan sekalipun.

Ada sebuah trik sederhana saat kita telah dan jemu menghadapi berbagai hal yang demikian, sehingga kita tetap bisa memandang dan mensikapi orang-orang dan berbagai persoalan yang menjengkelkan kita dengan cantik, adalah: dengan melakukan tarik nafas dalam-dalam, tahan beberapa lama, saat menahan nafas berdoa’alah pada Allah, Ya allah berikanlah kami kekuatan agar kami bisa menghadapi semua ini dengan cantik, dan jadikanlah kami menjadi orang yang ahli syukur, setelah itu lepaskan nafas pelan-pelan dalam hitungan 1 menit, buang segala pikiran kotor, segala pikiran dan pandangan negatif, buang segala keinginan untuk bersikap tidak bijaksana, buang segala keinginan untuk melawan…dst…sambil mengucapkan basmalah keluarkan nafas itu dan tersenyum.

Lakukan hal itu 3 atau 4 kali secara berulang-ulang. Pada saat yang bersamaan kita telah memasukan oksigen (energy positif) ke otak kita dan kita telah membuang jauh-jauh energy negatif kita bersamaan dengan keluarnya hembusan nafas anda. Lakukan hal yang demikian saat anda menghadapi suasana yang sulit, saat pimpinan memarahi anda misalnya, atau saat anda disalahkan dll, segera tarik nafas dan mohon kekuatan, mohon ketegaran, dan mohon kecantikan dalam mensikapi apapun. Itulah salah satu ciri orang yang memiliki sikap pro aktif.

Lain halnya jika anda seorang yang memiliki sifat reaktif, maka sepanjang hari anda akan disibukan dengan hal-hal yang dilakukan atau dialami oleh orang yang ada disekitar anda, dengan sikap teman yang kurang baiklah, teman sekantor yang suka cemberutlah, bahkan boleh jadi masalah pribadi orang lainpun turut dibicarakan, sehingga gosip sana gosip sini menjadi kebiasaan hariannya. Setiap hari mumet dengan prilaku orang, sehingga muncul ungkapan, gemana sih itu…gemana sih si A…, Si B dsb. Sehingga hari-hari kita hanya disibukan oleh memikirkan orang lain. Ketahuilah bahwa setiap sikap melahirkan apa yang disebut lingkaran pengaruh dan lingkaran kepedulian. Walahu a’lam.

from: pustaka islam