Bukan ngajak main-main, tapi beneran, very serious nih… mari kita lihat kenyataan hidup tanpa mempersalahkan siapapun dan tanpa tendensi demi kepentingan kelompok manapun. Kita sebagai bangsa dan negara jelas ketinggalan jauh dari bangsa dan negara-negara tetangga yg tadinya ngelmu ke sini dan kagum kepada bangsa kita, misalnya Malaysia dan Vietnam. Sudahlah kita lupakan dulu janji-janji politisi dari kubu manapun yg belum tentu jadi kenyataan, mengingat kubu incumbent maupun kubu oposisi toh sama-sama baru bisa janji untuk lima tahun ke depan kalo kita menangkan di plipres 2009, dan yg kasih bukti-bukti keberhasilan toh nyatanya jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan kita semua yg mana dihadapkan kepada kenyataan bahwa biaya hidup terus melambung tinggi. Maka selayaknya kita  jangan terlalu bergantung kepada politisi, tapi kita berikhtiar melakukan perubahan besar dimulai dari diri kita sendiri demi merubah nasib.

Memang diperlukan tekad yg kuat guna meyakinkan diri bahwa kita sebagai warga negara mampu memberdayakan diri, dan tak sudi dijadikan budak bagi kaUM politisi dan kekuatan politik serta parpol manapun, yg nyatanya banyak melakukan tipu muslihat yg memalukan selama masa kampanye ini. Justru dg kemandirian dan dg keberdayaan kita sendiri akan dapat memaksa mereka untuk menampung aspirasi kita kalo ingin direken mewakili warga negara dg posisi tawar kita yg sangat kuat. Yg sekarang terjadi adalah mereka ( kaum politisi yg dikendalikan oleh kaum pengusaha besar sbg donatur politik yg menguasai media massa yg dijadikan algojo moralitas ) menawarkan bentuk aspirasi bikinan mereka sendiri dan kita tidak punya pilihan lain kecuali memilih yg sudah disodorkan. Teermasuk menyodorkan calon-calon pemimpin dg setting mereka yg ngatur semua.

Untuk itu kita perlu ikhtiar lakukan prakarsa-prakarsa menuju perubahan besar. Yaitu apa saja yg kita perlukan untuk menjadi bangsa yg maju, modern, unggul, kuat secara politik, kuat secara ekonomi, tangguh secara pertahanan, kaya budaya, serta menguasai ilmu & teknologi. Tanpa menunggu rencana dan kinerja kaum politisi yg belum tentu bisa dipercaya. Supaya kita tidak rendah diri dan malu jadi bangsa yg miskin dan tertinggal hampir dalam segala bidang. Maka ijinkanlah saya mengajak kawan-kawan dan saudara-saudari sebangsa dan setanah air semua untuk diskusi dan urun rembuk di sini. Kalo mau gagah-gagahanannya nih demi menuju civil society, masyarakat madani dg prakarsa masyarakat sendiri tanpa kooptasi negara (sorry yach…).

Silakan pabila mau sampaikan usul dan saran untuk diskusi, saya nantikan dan saya hargai setinggi-tingginya….. dan sebagai pembuka ijinkan saya yg memulai kasih usul. yaitu agar kita mengutamakan terlebih dahulu pembangunan SDM dan ekonomi serta budaya bangsa. Karena kebodohan dan kemiskinan adalah sumber “penyakit” masyarakat/bangsa yg lemah, di mana orang bodoh pasti jadi santapan orang pandai (”wong bodo iku panganane wong pinter”, itu kata moyang-moyang saya). Dan budaya sendiri yg dibiarkan lemah akan membuat kita tercabut dan terasing  dari asal-usul kita sendiri, karena tergerus oleh serbuan budaya asing yg menjajah generasi bangsa kita ke depan….Oke, Sekali lagi saya tunggu usul & dan saran Anda….. Selanjutnya mari kita diskusikan tanpa bawa-bawa parpol, agama, ras, dan golongan. Thank you very much, friends!

sumber: kompasiana.com