aku ra popoSebuah kalimat bahasa jawa yang pendek namun banyak menyimpan makna, yup itulah kata “aku ra popo” yang dalam bahasa indonesianya “aku tidak apa-apa.” Tak hanya motivator dan politikus yang ngetrend menggunakannya. Tapi kawula muda pun ramai menggunakan kata-kata ini.
Beberapa waktu lalu salah seorang teman kantor memberitahu saya kalo kata ini lagi ngetrend dan banyak banget gambar-gambar lucu bertuliskan “aku ra popo.” Saya coba googling dan benar saja apa yang dikatakan teman saya ini.
Hari itu dia nglembur di kantor dan menemani saya. Saat malam tiba saya memutuskan untuk segera tidur setelah seharian kelelahan dari mudik mingguan menelusuri, membelah jalan diantara gunung merapi kemudian nyampai kantor ada packing bulanan yang juga lumayan menyita tenaga karena harus nempelin booklet satu-satu. Sedang teman saya ini nglembur entah sampai jam berapa.
Kala tengah malam saya sempat bangun dan melihat ke luar kantor setelah mendengar ada suara berasal dari sana tapi tak begitu menghiraukannya, mungkin bapak-bapak yang lagi ronda, pikir saya. Akhirnya saya pun melanjutkan istirahat malam untuk mengendorkan otot dan syaraf yang seharian sudah tegang, slow gitu…..
Esok hari setelah sholat subuh tak ada kejadian aneh, semuanya berjalan seperti biasa. Tepat sekitar jam 06.00 WIB, temen saya ini mau pulang ke rumah naik panter alias pancal terus karena jarak rumahnya yang tak begitu jauh dari kantor, hanya sekitar 15 menit dengan sepeda onthel kesayangannya. Ketika keluar kantor ia bingung mencari sepedanya. Ia pun bertanya kepada saya,
“Sepedaku neng ndi yo mas, kok ra eneng? (Sepeda saya mana ya mas, kok nggak ada?)” tanyanya.
“Kethoke wau bengi yo dokoke njobo kaleh pit kulo to mas? (sepertinya tadi malam ditaruh luar sama sepeda saya juga kan mas?)” jawab saya.
“aduuuuh ilang pitku, mesti dicolong maling ki. (aduh sepedaku hilang, pasti dicuri maling nich)” lanjut dia.
Tanpa sengaja saya jadi teringat slogan yang lagi ngetrend yang diceritakan teman saya ini. Sontak saya bilang ke dia, “sabar mas, berarti minta ganti sepeda baru ini hehehe….., katanya aku ra popo.” Temen saya ini pun kemudian tersenyum meski raut wajahnya menunjukkan senyum getir karena kecewa, tapi ia pun juga bilang, “aku ra popo.”
Kecewa berat tentu saja, bukan masalah mahal atau murahnya sepeda onthel itu, tapi karena sepeda ini menyimpan banyak kenangan baginya. Dia bilang ke saya kalo dulu ia membeli sepeda itu secara kredit, ia harus nyicil tiap minggu untuk membayar sepeda seharga 700-an ribu saat itu. Saya jadi terenyuh mendengar perjuangannya untuk membeli sepeda yang kini telah raib diambil orang. Ia pun bertekad tidak akan menceritakan masalah kehilangan sepedanya ini kepada orangtuanya karena pasti mereka bakalan kecewa. Ia pun bertekad akan memberi kejutan langsung dengan membeli sepeda baru yang lebih unik and klasik di awal bulan, ia pun mendapatkannya.
Saya jadi berkesimpulan bahwa perkataan “aku ra popo” mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk menghilangkan rasa sedih kala musibah dan duka menimpa. Nah, sebagai seorang musli tentu kita akan lebih bagus lagi ketika menghadapi musibah bukan hanya tabah semata tapi juga berdo’a dengan mengucapkan kalimat istirja sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits,
عن أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- تَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « مَا مِنْ عَبْدٍ تُصِيبُهُ مُصِيبَةٌ فَيَقُولُ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أْجُرْنِى فِى مُصِيبَتِى وَأَخْلِفْ لِى خَيْرًا مِنْهَا إِلاَّ أَجَرَهُ اللَّهُ فِى مُصِيبَتِهِ وَأَخْلَفَ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا ». قَالَتْ فَلَمَّا تُوُفِّىَ أَبُو سَلَمَةَ قُلْتُ كَمَا أَمَرَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَأَخْلَفَ اللَّهُ لِى خَيْرًا مِنْهُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-.

Dari Ummu Salamah istri Nabi shallallahu ‘alaihi Wassalam ia berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi Wassalam bersabda, “Siapa saja dari hamba yang tertimpa suatu musibah lalu ia mengucapkan: “Inna lillahi wa inna ilaihi rooji’un. Allahumma’jurnii fii mushibatii wa akhlif lii khoiron minhaa (Segala sesuatu adalah milik Allah dan akan kembali pada-Nya. Ya Allah, berilah ganjaran terhadap musibah ang menimpaku dan berilah ganti dengan yang lebih baik)”, maka Allah akan memberinya ganjaran dalam musibahnya dan menggantinya dengan yang lebih baik.” Ketika, Abu Salamah (suamiku) wafat, aku pun menyebut do’a sebagaimana yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perintahkan padaku. Allah pun memberiku suami yang lebih baik dari suamiku yang dulu yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Riwayat Muslim no. 918)
Kamu pengin dapet pahala kala musibah melanda? Jangan lupa untuk mengucapkan do’a ini dan tetep keep smile and say “aku ra popo.”