ramadhanramadhan, bulan akselerasi amal, pahala dilipat gandakan, pahala tanpa batas, tiga macam kesabaran, lailatul qadar, malam seribu bulan, puasa, bulan kesabaran.
Selama ini mungkin kita terlalu banyak alpha akan ketaatan, ibadah dan seabrek, amalan yang sering kali mudah kita tinggalkan. Bahkan tak luput sebagian kita masih enggan shalat, enggan berjilbab, dan enggan berpakaian syar’i. so, jadikan Ramadhan sebagai awal menuju perubahan untuk selamanya. Kenapa demikian?????
Yup Ramadhan bisa kita jadikan sebagai awal perubahan karena dibulan inilah dilipat gandakan pahala dan ada satu malam istimewa yang nilainya setara dengan seribu bulan sehingga penulis sebut sebagai bulan akselerasi amal alias bulan percepatan amal. Bukan hanya karenaitu, bahkan pahala di bulan Ramadhan dilipatgandakan tanpa batas.
dari Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu berkata, Rasulullah shallallahu’ alaihi Wassalam bersabda:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
“Semua amal Bani Adam (anak cucu Adam) akan dilipat gandakan kebaikannya sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa, maka ia (puasa) untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya.” (Riwayat Muslim)
Yakni Aku akan memberikan pahala yang banyak tanpa menentukan kadarnya. Hal ini seperti firman Allah Ta’ala,
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar: 10)
Lantas apa kaitannya puasa dengan sabar???? Yup perlu kita ketahui bahwa sabar ada tiga macam; (1) Sabar dalam ketaatan, (2) Sabar dalam menahan diri dari melakukan kemaksiatan dan (3) Sabar dalam menghadapi takdir Allah yang terasa menyakitkan. Dan ketiga kesabaran ini terdapat dalam ibadah puasa.
Pertama, Sabar dalam ketaatan. Artinya seorang yang berpuasa ia sabar menjalankan perintah allah, karena puasa adalah perintah-Nya,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Kedua, Sabar dalam menahan diri dari melakukan kemaksiatan. Seorang yang berpuasa ia menahan diri dari kemaksiatan. Misalnya berhubungan badan (jima’) pada saat puasa bagi yang sudah berkeluarga. Padahal pada hari biasa ataupun malam Ramadhan hal itu diperbolehkan dan mendapatkan pahala, namun disaat puasa maka ia adalah bentuk kemaksiatan.
Ketiga, Sabar dalam menghadapi takdir Allah yang terasa menyakitkan. Seorang yang berpuasa maka ia akan merasakan haus, lapar, badan menjadi lemas, dan lesu.
So, jangan sampai kita lewatkan bulan dimana pahala dilipatgandakan tanpa batas ini. Isilah Ramadhan dengan memperbanyak amalan sunnah dan tentu tetap mengutamakan amal yang berkualitas bukan sekedar kuantitas. Amal yang berkualitas harus dengan niat yang ikhlas, sesuai dengan sunnah (telah dicontohkan Rasulullah)._ryan