istikharahkey: menjemput jodoh, ta’aruf, istikharah, doa istikharah

Entah kenapa sejak aku memutuskan untuk berta’aruf dengan salah seorang akhwat hatiku ini makin nggak karuan. Ada harapan sekaligus kecemasan bercampur dan berkecamuk dalam relung hati bak deburan ombak yang menghantam karang sehingga menimbulkan getaran cinta yang tak terlukiskan oleh kata-kata.
Dag…dig…dug….begitulah irama jantung ini yang kian tak menentu. Menunggu waktu sebuah pertemuan yang bisa dibilang ‘so special to me and her.’ Yah pertemuan antara dua orang ikhwan dan akhwat yang belum pernah kenal sama sekali untuk bertemu secara syar’i saling bertukar pemikiran, visi misi, dan mencari kecocokan.
Ya Allah kenapa pikiranku jadi buyar dan hatiku berkecamuk. Hari-hari kian berlalu dan ia pun ingin memajukan momentum itu. Tak terasa secepat ini hari berganti, meski aku sendiri sebenarnya juga ingin secepatnya melalui momentum itu sehingga pikiranku segera terarah dan mendapatkan jawaban yang pasti apakah nantinya berlanjut pada proses yang lebih atau selesai disini.
Aku pun telah berusaha istikharah, memohon petunjuk dari Sang Maha Cinta, sebagaimana yang diajarkan oleh nabi kita yang mulia, muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam.
إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ ثُمَّ لِيَقُلِ
“Jika salah seorang di antara kalian berkehendak atas suatu urusan, hendaklah ia shalat dua rakaat yang bukan wajib, kemudian ia berdoa…..”
Inilah doa yang beliau contohkan,
اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْتَخِيرُكَ بِعِلْمِك وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيمِ ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوبِ ، اللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ خَيْرٌ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاقْدُرْهُ لِى وَيَسِّرْهُ لِى ثُمَّ بَارِكْ لِى فِيهِ ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا الأَمْرَ شَرٌّ لِى فِى دِينِى وَمَعَاشِى وَعَاقِبَةِ أَمْرِى فَاصْرِفْهُ عَنِّى وَاصْرِفْنِى عَنْهُ ، وَاقْدُرْ لِى الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِى
“Ya Allah, sesungguhnya aku beristikharah pada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu kekuatan dengan kekuatan-Mu, aku meminta kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Sesungguhnya Engkau yang menakdirkan dan aku tidaklah mampu melakukannya. Engkau yang Maha Tahu, sedangkan aku tidak tahu. Engkaulah yang mengetahui perkara yang gaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara ini baik bagiku dalam urusanku di dunia dan di akhirat, (atau baik bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku), maka takdirkanlah hal tersebut untukku, mudahkanlah untukku dan berkahilah ia untukku. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa perkara tersebut jelek bagi agama, kehidupan, dan akhir urusanku (atau baik bagiku dalam urusanku di dunia dan akhirat), maka palingkanlah ia dariku, dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah yang terbaik untukku apapun keadaannya dan jadikanlah aku ridha dengannya. Kemudian dia menyebut keinginanya” (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Ibn Hibban, Al-Baihaqi dan yang lainnya).
Ya allah jika ia memang jodohku yang baik bagi agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku maka taqdirkanlah ia sebagai jodohku, mudahkanlah untukku, dan berkahilah ia untukku. Dan jika ia memang bukan jodohku yang baik untuk agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku, maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya. Engkaulah yang paling tahu mana yang terbaik untukku dan untuknya…….
Bumi Allah, 19 September 2014
…… teruntuk saudariku disana, mudah-mudahan ia pun berdoa sebagaimana diriku…..

written by: Akhukum Alfaqir Illallah Mahmud Ryan