Love_increaseDawai cinta itu datang mengajakku kembali menggoreskan pena kecil. Catatan ini ku tulis ditengah kesibukanku sebagai seorang penulis. Yach, sudah kangen sekali tangan ini ingin berirama di atas keyboard komputer buntutku melantunkan isi hati yang sebenarnya aku sembunyikan dibalik buratan wajah yang menggambarkan kegembiraan.
Inilah coretan hidupku, goresan pena ini akan menjadi saksi dan sejarah yang mungkin tak akan pernah terhapuskan. Yach satu moment penting, ketika diriku ini bertemu dengan seseorang yang insyaAllah akan menjadi pendamping menuju kebahagiaan dunia dan akhirat jika memang Allah taqdirkan ia bagiku.
Actually, aku sendiri gugup ketika hendak menemuinya. Langkah kaki yang terus melaju dari tempat parkir bersama sahabat penaku seirama dengan denyut jantungku yang kian berdebar. Aku pun coba menenangkan hati. Sesampai di masjid itu kuambil wudzu selang setelah kawanku mendahuluinya.
Pertemuan itu pun dimulai, SubhanAllah, seorang akhwat yang tak pernah aku membayangkannya dan tak pernah terlintas dalam benakku kini kami dipertemukan dalam ajang ta’aruf untuk menjemput jodoh. Sekilas melihatnya semburat yang ada di wajahnya sebenarnya sudah ada perasaan dalam hati ini, walau aku tak tahu apakah hal yang sama juga dirasakan olehnya.
Kesempatan untuk saling bertanya pun aku manfaatkan sebaik mungkin meski sebenarnya ada juga pertanyaan yang belum sempat kutanyakan pada saat itu, tapi jawaban pertanyaanku diawal insyaAllah bisa mewakili jawaban berikutnya, itu hanya analisisku saja bro…. pertanyaan demi pertanyaan telah ia lalui, dengan senyuman yang ia lontarkan setidaknya telah membuat aku lega dan mantap, mungkin dialah bidadariku di dunia ini. Maklumlah, aku ini wong ndeso pelosok jadi pertanyaanku pun sebenarnya agak menggelitik kalau akau ceritakan hehehe…..
Alhamdulillah setelah istikharah hati ini makin mantap dan semoga begitu juga dengannya, pikirku saat itu. Tak berselang lama, ternyata sahabatku memberitahuklu bahwa si dia juga pengin lanjut. Ada kegembiraan yang tak terlukiskan saat itu meski baru kuluapkan ditengah jalan dengan laju sepeda motorku yang ku tancap gas untuk pulang kampung. Alhamdulillah ya Allah, semoga semua berjalan mulus untuk proses berikutnya. Amiiinnn….
Ku pinta doa dari orangtuaku nun jauh di kampung sana, semoga aku segera mendapatkan calon mantu untuk mereka. Teruntuk calon bidadariku, semoga orangtuamu kelak merestui lamaranku…. Terlantun doa dalam setiap setelah shalat sunnah, “Ya Allah jika ia memang yang terbaik untuk agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku maka taqdirkanlah ia untukku, mudahkanlah jalan ini menjemputnya kemudian berkahilah ia untukku……”
Written By: Akhukum Alfaqir Ila Maghfirati Rabi Mahmud Ryan