nikahNgomong-ngomong masalah nikah emang asyik banget, apalagi bagi para bujangan yang masih jomblo, termasuk saya juga kali yee hahaha…..nikah yuk. Yah meski belum nikah tak ada salahnya lah sobat kita menulis tema menikah, bukannya untuk menyampaikan kebenaran tak kudu harus menjalankannya dahulu? So, semoga tetep bermanfaat bagi saya dan antum semua. Dan semoga Allah segera memudahkan jalan kita untuk segera menikah. Amiiinn……..
Kali ini kita lebih spesifik ke nikah bukan lagi ngebahas pacaran, karena pacaran memang nggak ada dalam Islam. So, pacaran adalah haram. Why? cause mendekati zina (al-Isra’: 32), tidak menjaga pandangan (an-Nur: 30-31), khalwat yang ketiganya adalah setan.
Kembali ngebahas menikah. Nabi kita yang jadi suri tauladan seluruh umat islam di dunia bersabda, “Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian berkesanggupan (sudah mampu) maka hendaklah menikah. Karena sesungguhnya ia (menikah) dapat memejamkan mata dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa belum mampu, maka berpuasalah. Maka sesungguhnya puasa itu benteng baginya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Yup, mampu disini tak sekedar mampu berhubungan badan saja lho seperti yang diuangkapkan beberapa orang, tapi mampu disini adalah mampu memberikan mahar dan nafkah baik lahir maupun batin (lihat sharah hadits ini secara lengkap). Karena menikah adalah fase kehidupan yang panjang dan bukan sekedar hidup sehari atau dua hari saja maka kita pun kudu cerdas mempersiapkan ketiganya.
Untuk menghadapi ulangan harian di sekolah atau uts di sekolah/kampus saja butuh persiapan ilmu, kudu belajar dulu biar sukses and meraih nila A. Mental pun kudu dipersiapkan, coba aja lihat berita, tak sedikit kan hanya untuk menghadapi UN mental pelajar sudah pada down takut kalau nantinya nggak lulus. Fisik juga ya, kalau lagi nggak sehat mana bisa konsentrasi, apalagi ngerjakan soal yang bikin keriting kepala. Materi pun tak ketinggalan, untuk memperoleh buku panduan dan tetek bengeknya kan juga butuh duit.
APA ITU N & Q?
Apalagi kalau kita ngebahas masalah yang lebih berat yaitu nikah. Tentu ilmu sangat penting, begitupun dengan fisik, mental, dan materi. Apalagi jika kita adalah seorang laki-laki (ikhwan) yang bakal menjadi nahkoda kapal mengarungi bahtera rumah tangga. So nggak cukup bermodal N (Nekat) & Q (Qanaah) seperti anekdot yang dikatakan oelh beberapa orang. Katanya sih kalau nggak punya dua modal ini biasanya banyak yang akhirnya jadi bujang lapuk lantaran terlalu banyak yang dipikirkan, entah persiapannya atau karena terlalu selektif sampai jual mahal, eh emang barang dagangan apa? Hehehe….
Tapi penulis kurang setuju kalo nikah cukup dua modal ini. Kembali kepada pengertian ba’ah (mampu) yaitu mampu memberikan mahar dan juga memberikan nafkah lahir maupun batin. Dan tentunya jika sobat pembaca adalah seorang wanita/akhwat maka ketahuilah bahwa sebaik-baik wanita adalah yang paling mudah maharnya. Rasulullah bersabda,
“Di antara kebaikan wanita ialah memudahkan maharnya dan memudahkan rahimnya.” (Riwayat Ahmad) dan “Pernikahan yang paling besar keberkahannya ialah yang paling mudah maharnya.” (Riwayat Abu Dawud)
Mudah disini bukan pula berarti murahan, akan tetap hendaknya seorang wanita tidak memberatkan calon suami dalam meminta mahar.
Nah sekarang jika kita merasa telah mampu seperti yang dibilang hadits ini maka boleh-boleh saja memakai modal nekat & qanaah terus segeralah menikah. Yuk nikah…..
Written by: Alfaqir Illallah Abdullah Saryanto