bungkus_isiPilih yang bungkusnya bagus atau yang isinya bagus walau bungkusnya jelek? Mana yang akan kamu pilih jika demikian adanya?
Seringkali kita terbuai oleh tipuan bungkusan meski bungkus itu tak selamanya hina. Kalo dalam bisnis bungkus sangatlah berharga nilainya ketimbang isinya. Lihat saja makanan yang dikemas begitu cantik tentu akan menarik pembeli ketimbang makanan yang enak tapi bungkusnya tak sedap dipandang.
Lalu bagaimana dengan kehidupan?? Hidup ini pun berkisar antara bungkus dan isi. Penulis terinspirasi dari pesan salah seorang kawan di media sosial. Begini selengkapnya.
Hidup akan sangat melelahkan, sia-sia, dan menjemukan bila pikiran hanya digunakan untuk mencari dan mengurus bungkusnya saja sementara itu mengabaikan dan mengacuhkan isinya. Apa itu “BUNGKUS”-nya dan apa itu “ISI”-nya?

“Rumah yang indah” hanya bungkusnya……
“Keluarga bahagia” itu isinya…….

“Pesta pernikahan” hanya bungkusnya…..
“Sakinah, mawaddah, wa rahmah” itu isinya……

“Ranjang mewah” hanya bungkusnya……
“Tidur nyenyak” itu isinya…….

“Kekayaan” itu hanya bungkusnya…….
“Hati yang bahagia” itu isinya…….

“Makan enak” hanya bungkusnya……
“Gizi, energi, dan sehat” itu isinya…….

“Bicara” itu hanya bungkusnya……
“Amal nyata” itu isinya…….

“Buku” hanya bungkusnya……
“Pengetahuan” itu isinya…….

“Jabatan” hanya bungkusnya……
“Pengabdian dan pelayanan” itu isinya…….

“Kharisma” hanya bungkusnya……
“Akhlaqul karimah” itu isinya…….
“Hidup di dunia” itu bungkusnya……
“Hidup sesudah mati” itu isinya…….

Utamakanlah isinya, namun rawatlah juga bungkusnya. Jangan memandang rendah dan hina setiap bungkus yang kita terima, karena berkah tak selalu datang dari bungkus kain sutera melainkan juga datang dari bungkus koran bekas. Janganlah setengah mati mengejar apa yang tak bisa kita bawa mati.
Ternyata kalo kita lihat hakikat dari dunia ini telah terkumpul dalam firman Allah,
اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan Para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu Lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Al-Hadid: 20)
So, jadilah orang yang cerdas, jangan terbuai apalagi tertipu oleh dunia. Tapi jadikanlah dunia sebagai wasilah untuk meraih isi yang sebabnarnya yaitu di akhirat kelak. Semoga allah memberikan hidayah kepada kita semua. Amiin……