anda ingin bahagia? begini caranya

anda ingin bahagia? begini caranya

Anda ingin bahagia seutuhnya? Begini caranya. Setiap orang menginginkan hidup bahagia seutuhnya, kebahagiaan yang benar-benar bisa dirasakan sedalam hati, sepenuh jiwa, bukan kebahagiaan semu. Banyak orang bilang bahwa bahagia itu bisa di dapat dengan uang, tapi kenyataanya banyak orang beruang yang tak merasakan kebahagiaan itu, mereka selalu bertanya bagaiaman cara meraih kebahagiaan.
Mungkin diluar fisiknya orang menilai dia bahagia karena bisa mendapatkan segalanya dengan uang yang ia miliki. Tapi kebagiaan sejati tak bisa dibeli dengan uang karena ia terletak di hati setiap insan. Adakah orang yang menjual kebahagiaan??? Terus bagaimana agar kita merasa bahagia? Begini caranya.
Pertama, beribadah kepada Allah.
Anda akan bahagia dengan beribadah kepada allah. Bila kita tidak bisa bahagia ketika beribadah maka cara ibadahnya dipertanyakan. Mungkin ketika shalat kurang khusuk, kurang bersungguh-sungguh dan lainnya. Lihatlah janji allah,
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl: 97)
Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda,
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ, ورُزِقَ كَفَافًا, وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ
“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki yang cukup, dan diberikan oleh Allah sikap qana’ah (rasa cukup) terhadap pemberian-Nya.” (Riwayat Tirmidzi, dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)
Juga sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam,
إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مُؤْمِنًا حَسَنَةً يُعْطَى بِهَا فِي الدُّنْيَا وَيُجْزَى بِهَا فِي الْآخِرَةِ وَأَمَّا الْكَافِرُ فَيُطْعَمُ بِحَسَنَاتِ مَا عَمِلَ بِهَا لِلَّهِ فِي الدُّنْيَا حَتَّى إِذَا أَفْضَى إِلَى الْآخِرَةِ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَةٌ يُجْزَى بِهَا
“Sungguh Allah tidak menzalimi kebaikan seorang mukmin, ganjarannya diberikan di dunia dan dibalas di akhirat. Adapun orang kafir, semua kebaikan-kebaikannya diberikan balasannya di dunia sehingga apabila di kahirat tidak ada lagi balasan kebaikan yang akan diberikan kepadanya.” (Riwayat Muslim)
Sebaliknya orang kafir mereka mungkin mendapatkan segalanya di dunia, tapi kelak di akhirat mereka akan menjadi orang yang paling rugi dan dijamin mendapatkan kesengsaraan abadi di neraka.
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَى ( 124 ) قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِي أَعْمَى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيرًا قَالَ كَذَلِكَ أَتَتْكَ آيَاتُنَا فَنَسِيتَهَا وَكَذَلِكَ الْيَوْمَ تُنْسَى ( 125
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta. Berkatalah ia: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?” Allah berfirman: Demikian-lah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamupun dilupakan.”(Thaha: 124-126)
Anda ingin bahagia? Beribadahlah kepada allah dengan ibadah yang ikhlas lagi khusuk niscaya anda akan memperoleh kebahagiaan seutuhnya.
Al faqiir ila maghfirati rabbihi,

Akhukum Fillah Saryanto